SOSIALISASI HUKUM PENGAMANAN KAWASAN SUAKA MARGASATWA DOLOK SURUNGAN

TIME/Toba Samosir,05-11-2015

Polres Toba Samosir, melakukan sosialisasi hukum pengamanan kawasan Suaka Marga Satwa di Aula Mapolres Toba Samosir, yang dihadiri oleh warga Meranti Timur yang melakukan perambahan di Suaka Margasatwa Dolok Surungan yang mengatasnamakan Kelompok Tani Setasi.

Dalam sambutannya Kapolres Toba Samosir, AKBP Jiddin Siagian SH, Menyampaikan arahan dan pemahaman kepada warga perambah kelompak Tani Setasi, serta membuka acara sosialisasi hukum, Kamis/5/11/15 Acara sosialisasi hukum pengamanan kawasaan Suaka Margasatwa Dolok Surungan, dihadiri dari berbagai kalangan, instansi-instansi di Kabupaten Tobasa, DPRD Tobasa, Perwira Polres Tobasa, Kejaksaan, Kehutanan,BBKSDA, Camat Meranti Timur, Kepala Desa Meranti Timur, dan juga TIME, acara ini dilakukan sebelum dilakukannya eksekusi lahan pertanian seluas ratusan hektar dan pondok-pondok yang berada didalam kawasan Suaka Margasatwa Dolok Surungan yang telah diduduki oleh warga dalam beberapa bulan terakhir ini.

Kabag Ops Kompol. Edi Bona Sinaga dalam sosialisasi mengatakan” sosialisasi ini akan di lakukan dua kali, pertama sekarang ini di Mapolres Tobasa yang melibatkan BBKSDA SUMUT dan instansi-istansi terkait dan kedua nantinya dilakukan di Desa Meranti Timur yang akan melibatkan semua anggota kelompok tani SETASI, tokoh-tokoh masyarakat maupun tokoh agama serta pejabat”. Edi juga menambahkan “tujuan sosialisasi ini agar warga perambah mengetahui langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan oleh pihak BBKSDA SUMUT dan Polres Tobasa. apabila nantinya ada masalah yang terjadi saat eksekusi agar kita semua masing-masing dapat mempertanggung jawabkannya”.

Joko Iswanto (BBKSDA Sumut) menjelaskan kepada TIME – TFCA Sumatera – Tropical Forest Conservation Action“ Perambahan yang dilakukan oleh warga kelompok tani Setasi yang memberi nama di dusun sigalapang yang berada didalam kawasan konservasi Suaka Margasatwa Dolok Surungan, kita ketahui pada bulan april tahun 2015, team kita langsung bereaksi dengan cara mendatangi langsung perambah dan pemanggilan warga agar membuat pernyataan tidak masuk ke dalam kawasan dan itu ternyata tidak membuat efek jera, akhirnya kami merencanakan melakukan operasi eksekusi gabungan yang melibatkan instansi-instansi terkait.

Sementara Kapolres Tobasa, AKBP. Jiddin Siagian SH, menegaskan“ pihaknya berpresepsi sama dengan pihak BBKSDA Sumut dan tugas Polisi adalah untuk melakukan pengamanan kawasan konservasi dari gangguan, namun sebelum dilakukan penindakan hukum, kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak kaget nantinya saat dilakukan eksekusi.

Kasipidum Balige, AP.Prianto Naibaho mengatakan pada saat acara sosialisasi” Kajaksaan netral tidak memihak manapun, kami hanya bekerja sesuai dengan peraturan dan undang-undang, bila ada perkara yang dilimpahkan ditingkatkan oleh pihak polres, kami siap melanjtukan proses perkara tersebut. Tegasnya” (TIME – U10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *