PARTNER TIME SUMATERA

Kementerian LHK

BBKSDA Sumatera Utara

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Dalam melaksanakan tugas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan fungsi:
– perumusan dan penetapan kebijakan di bidang penyelenggaraan pemantapan kawasan hutan dan – lingkungan hidup secara berkelanjutan, pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, peningkatan daya dukung daerah aliran sungai dan hutan lindung, pengelolaan hutan produksi lestari, peningkatan daya saing industri primer hasil hutan, peningkatan kualitas fungsi lingkungan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengendalian dampak perubahan iklim, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan, serta penurunan gangguan, ancaman, dan pelanggaran hukum bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan pemantapan kawasan hutan dan lingkungan hidup secara berkelanjutan, pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, peningkatan daya dukung daerah aliran sungai dan hutan lindung, pengelolaan hutan produksi lestari, peningkatan daya saing industri primer hasil hutan, peningkatan kualitas fungsi lingkungan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengendalian perubahan iklim, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan, serta penurunan gangguan, ancaman, dan pelanggaran hukum di bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang tata lingkungan, pengelolaan keanekaragaman hayati, peningkatan daya dukung daerah aliran sungai dan hutan lindung, peningkatan kualitas fungsi lingkungan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengendalian perubahan iklim, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, kemitraan lingkungan, serta penurunan gangguan, ancaman dan pelanggaran hukum bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan penyelenggaraan pemantapan kawasan hutan dan penataan lingkungan hidup secara berkelanjutan, pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, peningkatan daya dukung daerah aliran sungai dan hutan lindung, pengelolaan hutan produksi lestari, peningkatan daya saing industri primer hasil hutan, peningkatan kualitas fungsi lingkungan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengendalian dampak perubahan iklim, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan, serta penurunan gangguan, ancaman dan pelanggaran hukum di bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
pelaksanaan penelitian, pengembangan, dan inovasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan
pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Add Any content here

TFCA SUMATERA

Program TFCA-Sumatera diarahkan untuk menghasilkan dampak yang nyata dan signifikan bagi konservasi hutan di Pulau Sumatra, sehingga Visi dan Misi TFCA-Sumatera sesuai dengan Rencana Strategis TFCA-Sumatera 2015-2020 adalah sebagai berikut:  

Visi

Konservasi Keanekaragaman Hayati Hutan Tropis Demi Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Sumatra

Misi

Fasilitasi kegiatan konservasi, perlindungan, restorasi dan pemanfaatan hutan tropis diSumatra secara berkelanjutan

Tujuan:

TFCA-Sumatera akan bekerja dengan 4 tujuan sebagai berikut:

(1). Penguatan kelembagaan dan kebijakan pada seluruh tingkat administrasi dan pemangku kepentingan. Termasuk di dalamnya pelibatan pihak swasta dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan hutan dan satwa terancam punah, juga demi menjamin keberlanjutan sumber daya hutan;
(2). Penguatan upaya intervensi pada pengelolaan di tingkat bentang alam demi mempertahankan, melindungi dan meningkatkan fungsi ekologis hutan, mengurangi deforestasi dan degradasi serta melakukan restorasi secara ekologis terhadap hutan yang telah terdegradasi;
(3). Memastikan keberlangsungan dan ketersediaan populasi yang dapat bertahan untuk jangka panjang demi kelestarian satwa kunci (key species) yang terancam punah dan merupakan spesies bendera (flagship species) bagi Sumatra, antara lain Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), Orangutan Sumatra (Pongo abelii), dan Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus);
(4). Penguatan masyarakat dan komunitas lokal, peningkatan kesejahteraan dan pendapatan, serta merancang insentif bagi keterlibatan masyarakat dalam konservasi, perlindungan dan pengelolaan hutan.

TFCA-Sumatera menerjemahkan keempat tujuan tersebut ke dalam aksi intervensi yang sesuai bagi setiap level intervensi di bawah ini:
1) Level kelembagaan dan kebijakan;
2) Level bentang alam (termasuk hutan, habitat dan populasi ); dan
3) Level masyarakat

Add Any content here

K E H A T I

Kehadiran Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) sejak 12 Januari 1994 dimaksudkan untuk menghimpun dan mengelola sumberdaya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan.

Add Any content here

Leuser Conservation Partnership

 

Didirikan oleh beberapa orang / individu dengan latar belakang yang berbeda (Akademisi, PNS Kemenhut, Aktivis NGO/LSM, Dunia usaha / Pelaku jasa usaha wisata alam, Pemerhati Konservasi Leuser dan Praktisi Keuangan / Akuntan publik) yang mempunyai komitmen kuat terhadap upaya pelestarian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Adanya kesamaan visi antar beberapa individu yang memiliki kepedulian moral terhadap keberlanjutan pelestarian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) beserta kawasan penyangganya.

Adanya dukungan positif dari kalangan pemangku kawasan, kalangan perguruan tinggi, kalangan dunia usaha, NGO/LSM dan beberapa kalangan terkaitlainnya.

Add Any content here