KONSERVASI

Seekor burung langka dan dilindungi Undang-Undang No 5 Tahun 1990, jenis Enggang Julung Emas diserahkan warga ke petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Seksi Konservasi Wilayah III, Di Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Burung enggang dengan bahasa Latin Rhyticeros Undulatus atau lebih dikenal dengan Rangkong Julang Emas berjenis kelamin betinadiserahkan ke petugas BBKSDA Sumatera Utara didampingi direktur eksekutif NGO lingkungan hidup time Sumatera, dengan harapan burung langka yang dilindungi negara tersebut dapat hidup bebas berkembang biak di habitat aslinya.

Keberadaan burung langka tersebut bermula saat dua tahun yang lalu Surya Dharma yang berpropesi sebagai jurnalis TVRI sedang melakukan liputan perambahan ilegal dan kerusakan kawasan hutan bukit barisan. Di sekitar kawasan hutan konservasi, menemukanseekor anak burung enggang dari tangan seorang warga sekitar, yang diduga pemburu dan pembalak liar di dalam hutan tersebut. Setelah melakukan negoisasi burung tersebut dapat diamankan dan dipelihara hingga dewasa oleh Surya Dharma. “Saat ditemukan dari tangan pemburu liar, kondisi anak enggang/ rangkong tersebut sangat memprihatinkan tidak terawat dengan baik, makanya kita lakukan negoisasi agar burung tersebut bisa kita amankan,” ungkap Surya kepada wartawan.

Sementara, Fresli Parel Butar-Butar, selaku staf BBKSDA Sumut, seksi konservasi wialayah III mengatakan, mereka datang berdasarkan informasi yang disampaikan NGO Time, ada permintaan pemilik burung enggang julang emas untuk menyerahkan enggang ke BBKSDA Sumut. Setelah proses penyerahan burung enggang tersebut,petugas BBKSDA langsung membawa ke lokasi karantina hewan yang dilindungi di Sibolangit Sumatera Utara, untuk dirawat dan diperiksa kesehatannya sebelum dilakukan pelepas liaran. (mtc)

sumber : harianandalas.com